Pola Hujan
Pernakah Saudara/i Berfikir ,apa sebabnya pada suatu saat Sebagian besar pulau jawa tengah mengalami Banjir Bandang (Musim Hujan) tetapi di wilayah Papua,Maluku justru dilanda Panas yang berkepanjangan (Musim Kemarau) . . . . ?????????
Jika saudara/i pernah merasakan perbedaan tersebut dan bertanya-tanya apa sebab musababnya hal ini terjadi ??? dan apa ini karena Perubahan Iklim ??? Pada tulisan kali ini saya akan sampaikan Penjelasannya secara jelas!!lugas !!dan semoga bermanfaat menambah wawasan saudara/i sekalian..
Negara Indonesia terletak Letak astronomis Indonesia adalah 60 LU (Lintang Utara) - 11o LS (Lintang Selatan) dan antara 95o BT (Bujur Timur) - 141o BT (Bujur Timur). Jika Melihat letak astronomisnya Indonesia masuk dalam wilayah beriklim Tropis dengan dengan ciri-ciri sebagai berikut :
- Suhu udara di iklim tropis rata-rata tinggi, karena matahari selalu arah vertikal. Umumnya suhu udara antara 20–23° C. bahkan di beberapa tempat rata-rata suhu tahunannya mencapai 30°C
- Amplitudo suhu rata-rata tahunan kecil dan pada daerah khatulistiwa antara 1°C – 5°C, sedangkan amplitudo hariannya lebih besar
- Tekanan udaranya lebih rendah dan perubahannya terjadi secara perlahan dan beraturan.
- Curah hujan yang tinggi dan lebih banyak dari daerah-daerah lain di dunia
- Terdapat dua musim karena pergerakan matahari yang mempengaruhi pergerakan angin, yaitu musim hujan dan musim kemarau
- Di beberapa pulau besar seperti sumatra, jawa, kalimantan, sulawesi, dan papua terdapat gunung-gunung yang tinggi sehingga mempengaruhi variasi dari unsur iklim di setiap wilayahnya
- Indonesia juga memiliki iklim tropis, hal ini di pengaruhi bentuk wilayah indonesia yang berupa kepulauan. Sebagian besar tanah daratan indonesia di kelilingi oleh laut atau samudera. Itulah sebabnya di indonesia terdapat iklim yang terjadi karena angin laut. Sifat iklim ini lembab dan banyak mendatangkan hujan.
Telah kita ketahui bahwa Terdapat empat musim di Dunia pada umumnya yaitu Musim Panas,musim Gugur,musim Dingin dan musim Semi yang kesemuanya itu berkesesuian dengan pergerakan semu matahari harian yang menyinari bumi. Namun khusus di indonesia penetuan Musim dilakukan dengan menggunakan pengukuran Curah Hujan. Musim hujan dimulai ditandai ketika curah hujan dalam satu dasarian sama atau lebih besar dari 50 mm dan di ikuti oleh dua dasarian berikutnya.
Demikian halnya dengan Musim kemarau dimulai ditandai ketika curah hujan dalam satu dasarian kurang dari 50 mm dan diikuti oleh dua dasarian berikutnya . BMKG (2014).
Adanya pergerakan angin monsunal juga mempengaruhi adanya musim hujan di Indonesia,seperti saat terjadinya Monsun ASIA(Monsun barat) dan Monsun Australia(Monsun Timur) yang berdampak signifikan bagi cuaca dan musim di Indonesia. Berikut adalah penjelasan monsun selengkapnya :
Angin Monsun barat berlangsung pada saat musim dingin di belahan bumi
utara khatulistiwa, umumnya terjadi pada bulan Oktober hingga April dan
puncaknya pada bulan Desember, Januari, Februari, angin monsun bertiup
dari daerah Siberia menuju benua Australia. Pada periode ini
daerah-daerah di Indonesia yaitu daerah yang berada di sekitar Sumatera
bagian selatan, Jawa, Bali, Lombok, Nusa Tenggara sampai dengan Papua
angin monsun bertiup dari barat ke arah timur.
Daerah ini disebut monsun dingin dari belahan bumi utara ini dinamakan monsun barat dan musimnya disebut musim monsun barat. Sedangkan daerah yang mencakup sebagian besar Sumatera dan Kalimantan Barat, angin monsun datang dari arah timur laut, angin monsun di daerah ini disebut monsun timur laut dan musimnya diberi nama musim monsun timur laut (Prawirowardoyo, 1996).
Angin monsun barat ini bertiup saat matahari berada di belahan bumi selatan khatulistiwa, yang menyebabkan benua Australia mengalami musim panas, sehingga bertekanan rendah. Sedangkan Benua Asia lebih dingin, sehingga tekanannya tinggi. Menurut hukum Buys Ballot, angin akan bertiup dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah, sehingga angin bertiup dari benua Asia menuju benua Australia, dan karena menuju ke selatan khatulistiwa/equator, maka angin akan dibelokkan ke arah kiri. Pada waktu ini, Indonesia khususnya akan mengalami musim hujan akibat adanya massa uap air yang dibawa oleh angin ini, saat melalui lautan luas di bagian utara (Samudera Pasifik dan Laut Cina Selatan).
Menurut hukum Buys Ballot, angin akan bertiup dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah, sehingga angin bertiup dari benua Australia menuju benua Asia, dan karena menuju utara khatulistiwa/equator, maka angin akan dibelokkan ke arah kanan. Pada waktu ini, sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau akibat angin tersebut melalui gurun pasir di bagian utara Australia yang kering dan hanya melalui lautan sempit. Puncak monsun timur terjadi pada bulan Juni, Juli, Agustus.
REFERENSI :
http://www.kajianpustaka.com/2016/01/pengertian-dan-jenis-jenis-angin-monsun.html
www.bmkg.go.id
sumber-sumber yang relevan lainnya.
Demikian halnya dengan Musim kemarau dimulai ditandai ketika curah hujan dalam satu dasarian kurang dari 50 mm dan diikuti oleh dua dasarian berikutnya . BMKG (2014).
Adanya pergerakan angin monsunal juga mempengaruhi adanya musim hujan di Indonesia,seperti saat terjadinya Monsun ASIA(Monsun barat) dan Monsun Australia(Monsun Timur) yang berdampak signifikan bagi cuaca dan musim di Indonesia. Berikut adalah penjelasan monsun selengkapnya :
Angin Monsun Barat
Daerah ini disebut monsun dingin dari belahan bumi utara ini dinamakan monsun barat dan musimnya disebut musim monsun barat. Sedangkan daerah yang mencakup sebagian besar Sumatera dan Kalimantan Barat, angin monsun datang dari arah timur laut, angin monsun di daerah ini disebut monsun timur laut dan musimnya diberi nama musim monsun timur laut (Prawirowardoyo, 1996).
Angin monsun barat ini bertiup saat matahari berada di belahan bumi selatan khatulistiwa, yang menyebabkan benua Australia mengalami musim panas, sehingga bertekanan rendah. Sedangkan Benua Asia lebih dingin, sehingga tekanannya tinggi. Menurut hukum Buys Ballot, angin akan bertiup dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah, sehingga angin bertiup dari benua Asia menuju benua Australia, dan karena menuju ke selatan khatulistiwa/equator, maka angin akan dibelokkan ke arah kiri. Pada waktu ini, Indonesia khususnya akan mengalami musim hujan akibat adanya massa uap air yang dibawa oleh angin ini, saat melalui lautan luas di bagian utara (Samudera Pasifik dan Laut Cina Selatan).
Angin Monsun Timur
Angin Monsun Timur merupakan kondisi kebalikan dari monsun barat, yang terjadi antara bulan April hingga Oktober saat matahari berada di belahan bumi utara, menyebabkan benua Australia mengalami musim dingin, sehingga bertekanan tinggi. Sedangkan benua Asia lebih panas, sehingga tekanannya rendah.Menurut hukum Buys Ballot, angin akan bertiup dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah, sehingga angin bertiup dari benua Australia menuju benua Asia, dan karena menuju utara khatulistiwa/equator, maka angin akan dibelokkan ke arah kanan. Pada waktu ini, sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau akibat angin tersebut melalui gurun pasir di bagian utara Australia yang kering dan hanya melalui lautan sempit. Puncak monsun timur terjadi pada bulan Juni, Juli, Agustus.
REFERENSI :
http://www.kajianpustaka.com/2016/01/pengertian-dan-jenis-jenis-angin-monsun.html
www.bmkg.go.id
sumber-sumber yang relevan lainnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar